6 Tren Unik yang Terjadi Akibat Pandemi Covid-19

6-tren-unik-yang-terjadi-akibat-pandemi-covid-19

6 Tren Unik yang Terjadi Akibat Pandemi Covid-19 – 2020 bakal menjadi tahun paling diingat oleh warga Bumi. Pandemi Covid-19 yang melanda secara world merubah tradisi kehidupan manusia di segala bidang. Tak kalau di dunia fesyen, banyak tren tercipta yang terinspirasi oleh suasana pandemi. Apa saja tren tersebut?

6 Tren Unik yang Terjadi Akibat Pandemi Covid-19

6-tren-unik-yang-terjadi-akibat-pandemi-covid-19

salah satu tren fesyen yang menonjol di 2020 adalah para desainer ramai-ramai memproses masker. Dari desainer internasional layaknya Christian Siriano yang berbasis di New York, Amerika Serikat, hingga label sekelas Louis Vuitton mengalihkan memproses busana mereka menjadi masker dengan bervariasi kreasi.

Tren selanjutnya termasuk diikuti para desainer dan label di didalam negeri. Ada yang sengaja menciptakan masker mewah dengan bervariasi bahan dan desain berharga jutaan rupiah, tapi ada pula yang memicu masker untuk menambah energi tarik product utama mereka, yakni busana. Tak sedikit yang sengaja memicu masker untuk didonasikan kepada penduduk lewat bervariasi skema.

Masker di era pandemi tidak hanya bermanfaat untuk mencukupi aturan protokol kesehatan, tapi termasuk menjadi item fesyen penanda statement. Contohnya adalah masker emas yang dikenakan seorang warga India berharga Rp58 juta. Atau, masker haute couture kreasi desainer Indonesia di AS, Pheren Soepadhi yang laris terjual didalam beberapa jam saja.

2. Pillow Challenge

Tantangan selanjutnya menuntut mereka yang mengikutinya kudu tampil modis berbekal dua bantal dan gesper saja. Pillow challenge mulai populer terhadap awal April 2020, tak lama setelah banyak negara memastikan lockdown atau mengetatkan aturan perjalanan demi memutus penyebaran Covid-19.

Dari selebgram hingga pesohor dunia turut dan juga di dalamnya, layaknya Halle Berry, Anne Hathaway, hingga Jennifer Bachdim yang mengikutkan putrinya, Kiyomi. Kreasi yang dihasilkan sadar beragam, nyaris tak terbatas. Kehadiran pillow challenge selanjutnya setidaknya menghibur banyak orang yang dipaksa untuk beraktivitas di tempat tinggal saja.

3. Kembalinya Tie-Dye
Tie-dye alias teknik celup untuk mewarnai busana kembali populer di era pandemi Covid-19. Gigi Hadid termasuk yang mengikutinya dengan berbusana tie-dye berasal dari atas hingga bawah. Teknik ini diperkirakan kembali naik lantaran orang-orang memerlukan sesuatu untuk isikan saat sepanjang aturan lockdown belum dicabut. Cara pembuatannya yang relatif gampang mendorong orang untuk membuatnya sendiri di rumah.

4. Dandan Maksimal Saat Belanja

Mengingat pembatasan kesibukan di luar tempat tinggal masih berlaku, kesempatan ke luar menjadi peristiwa langka yang tak bakal dilewatkan begitu saja. Salah satunya adalah membeli kebutuhan tempat tinggal tangga ke pasar atau supermarket.

Bagi fashionista, kesempatan selanjutnya dimanfaatkan untuk berdandan maksimal dengan senantiasa mengadaptasi tradisi baru. Tak heran lini era fasilitas sosial sempat dipenuhi foto-foto para selebgram dan pesohor berbelanja dengan penampilan berbeda.

5. Atasan Formal, Bawahan Santai

Bekerja berasal dari tempat tinggal menjadi normal baru yang diadaptasi beberapa besar pekerja di era pandemi global. Namun, kebutuhan untuk berinteraksi dengan kawan kerja dan klien masih senantiasa kudu dipenuhi.

Lantaran kepraktisan, banyak yang menentukan senantiasa berbusana resmi di bagian atas, tapi kenakan pakaian santai di bawah. Dandanan selanjutnya tak bakal membawa masalah kalau Anda tak dan juga merta berdiri dan tertangkap kamera lawan berkata Anda. Beberapa orang pasalnya tak seberuntung itu dan mengalami peristiwa memalukan karena teledor.

6. Fashion Show Tanpa Penonton

Industri fesyen termasuk yang terdampak signifikan akibat Covid-19. Banyak rencana show yang sudah diagendakan terpaksa dimundurkan atau lebih-lebih dibatalkan serupa sekali karena dikhawatirkan bakal menimbulkan kerumunan yang berisiko menularkan Covid-19.

Namun, kerja kreatif tak dapat konsisten ditunda. Para penyelenggara melacak siasat untuk dapat menggelar fashion show aman di sedang pandemi. Keluarlah gagasan untuk menggelar show tanpa pirsawan layaknya yang pertama kali diterapkan oleh show Armani di Milan Fashion Week terhadap akhir Februari 2020.

Tren menggelar show tanpa pirsawan konsisten berlanjut hingga akhir tahun, layaknya terhadap Jakarta Fashion Week 2021 yang diselenggarakan akhir November 2020 lalu. Mereka kemudian menyiasati dengan menimbulkan tamu secara virtual, baik satu arah maupun secara interaktif. Ada pula yang mulai menerapkan rencana hybrid, dengan kuantitas tamu sangat terbatas, layaknya show Chanel yang menimbulkan Kristen Stewart saat itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*